Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Trading Saham Pengertian dan Caranya

Trading saham adalah kegiatan jual beli saham dalam jangka pendek dengan tujuan mendapatkan keuntungan maksimal. Bila Anda melakukan trading saham, maka Anda perlu mempelajari analisis teknikal. Analisis teknikal adalah salah satu jenis strategi yang mempelajari pergerakan harga serta volume perdagangan saham setiap harinya. 

Dari penjelasan tersebut bisa dipahami, trading saham adalah jenis transaksi jual beli saham dengan pertimbangan pergerakan harga saham secara harian. Selain itu, trading saham dilakukan dengan memanfaatkan momentum fluktuasi harga saham. Sehingga, hal paling mendasar yang perlu Anda pelajari bila tertarik melakukan trading saham yakni dengan mempelajari pergerakan harga saham. Anda harus membuat diri Anda familiar dengan fluktuasi harga saham yang terjadi sehari-hari.




Salah satu faktor penting bagi trader dalam menentukan saham incaran adalah likuiditas saham. Saham yang likuid artinya saham yang aktif diperdagangkan, ditandai dengan selalu adanya antrian order pada fraksi-fraksi harga di harga permintaan (bid price) maupun penawaran (offer price). Selain dari antrian bid offer, saham likuid juga dapat dinilai berdasarkan bid offer split dan lot saham.

 

Minat pasar terhadap suatu saham akan tercermin dari frekuensi dan volume perdagangan. Saham tidak likuid biasanya ditransaksikan dengan volume yang kecil. Trader sebaiknya menghindari saham tidak likuid karena susahdibeli dan susah dijual. Harganya bisa naik cepat, tapi juga turun dalam waktu sekejap karena jumlah saham beredar atau jumlah permintaan penawarannya kecil.

 

Trader tentunya memiliki target realisasi keuntungan dalam jangka waktu tertentu. JIka salah memilih saham yang ternyata tidak likuid, trader akan repot saat menjual saham. Karena sedikitnya bid offer, perlu waktu untuk menjual saham tersebut. Harga saham tidak likuid juga cenderung di situ-situ saja, sehingga trader harus sabar menunggu harganya bergerak dulu baru bisa melakukan penjualan.

 

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk identifikasi saham likuid adalah dengan mengecek kapitalisasi pasarnya. Saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp4 triliun termasuk kategori kapitalisasi pasar besar, range Rp2 triliun - Rp4 triliun termasuk kapitalisasi sedang dan di bawah Rp1 triliun termasuk kapitalisasi kecil.

Trader disarankan untuk memilih saham dengan kapitalisasi besar (big caps) yang termasuk sebagai saham dengan likuiditas tinggi. Biasanya, harga saham-saham big caps relatif lebih mudah naik dan volatilitasnya menarik untuk trading. Saham likuid ini cocok untuk mendapatkan profit jangka pendek

 

Beda trading saham dan investasi yang paling utama yakni dari sisi risiko. Bila Anda melakukan investasi saham, risiko yang Anda hadapi cenderung lebih kecil. Hal ini dikarenakan biasanya investasi saham dilakukan dengan memilih saham-saham blue chip atau dengan fundamental yang baik. Sementara itu, trading saham dilakukan dengan membeli saham-saham dengan fluktuasi yang cenderung tinggi. Hal lain yakni dari sisi analisis. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, trading saham dilakukan dengan melakukan analisis teknikal. 

Sementara, untuk investasi saham, analisis yang dilakukan yakni analisis fundamental. Selain itu, investor saham akan cenderung melakukan aksi buy and hold atau menahan saham dalam periode waktu tertentu, biasanya tahunan. Sehingga, ia tak akan terpengaruh dengan fluktuasi saham harian. Sebaliknya, trader saham memiliki prinsip buy and sell atau membeli dan menjual saham ketika mencapai kisaran harga tertentu.